JiWa anak-anak

JiWa anak-anak yg melarat gemetar, tak tahan dirundung kelaparan. Helaan nafas terengah-engah dari ibu yang tidur, dahi mereka berkerut bersama kepedulian dan keputus asaan. mimpi-mimpi buruk kemiskinan mengganggu hati-hati manusia yang cact, dan aku mendengar tangis kepahitan yang terputus-putus mengisi dada-dada dengan duka cita dan penyesalan.
Bau bunga bakung dan kamboja mengisi udara, dan Wangi melati serta pengurus jenazah bercampur dengan nafas segar pohon cedar.
Angin sepoi-sepoi membaWa mereka pada malam hari diatas puncak bukit dan jalan-jalan gunung yang melingkar mengisi jiWa dengan kerinduan dan membuatnya merindu untuk bergerak lembut diudara.
Dan bau busuk muncul dari lorong-lorong jiWa, dari ragi bakteri-bakteri penyakit. seperti panah tajam tak terlihat ia mengoyak perasaan dan meracuni udara.



mYWiseStories_

~ by MaIDeN on February 16, 1991.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: