Kesurupan massal

Blogwalking, baca berita Siswi SMU Negeri 5 Kediri Kesurupan di tempointeraktif(tm), Beritanya Katanya, sedikitnya lima orang siswa SMUN 5 Kediri, Jatim kesurupan massal Senin 27 November kemaren saat mengikuti upacara bendera dan pelajaran olahraga. Kalimat-kalimat selanjutnya gw skip dan baca sekilas aja. IMO, fakta dari berita ini hanyalah 5 orang siswi kehilangan kesadarannya saat mengikuti upacara bendera dan olahraga, tulisan selanjutnya yang mengait-ngaitkan peristiwa tersebut dengan dunia perklenikan hanyalah PEMBODOHAN media, tidak mendidik dan hanya mencari sensasi berita saja …

Sudah selayaknya media jurnalistik terutama televisi memberikan pemahamam yang benar tentang fenomena kesurupan ini. Dan bukan malah membodohi atau malah dimanfaatkan sebagai sarana mencari fulus (meningkatkan rating).

Ini bukan peristiwa KLENIK

Kesurupan adalah permasalahan kesehatan mental atau gangguan kejiwaan dan tidak ada hubungannya dengan roh halus. Menurut psikiater dari RS Dr Sutomo, Surabaya Nalini M Agung , fenomena kesurupan didunia kedokteran dikenal sebagai gangguan kejiwaan disosiatif, yaitu gangguan kecemasan hebat yang disalurkan kedalam alam bawah sadar sipenderita dalam bentuk kepribadian ganda. Nah, penyebaran berita terutama oleh televisi yang salah atas permasalahan ini yang dihubung-hubungKEN dengan dunia PERKLENIKan membuat masyarakat awam menjadi keliru dalam menilai GANGGUAN keJIWAan ini sehingga terjadilah peniruan (copycat) oleh remaja-remaja kita yang kemudian menjadi wabah copycat mass hysteria.

Fenomena kesurupan ini dijelaskan dalam penuntun diagnosis psikiatri ‘Diagnostic and Statistical Mental Disorder'(DSM)-IV-Text Revision dan dikenal dengan istilah trans disosiatif (dissociate=terpisah). Yaitu keadaan terpisahnya antara pikiran, perasaan dan
peritaku. Ciri trans disosiatif adalah kejang-kejang menggelepar, jatuh ke tanah, atau berbaring seakan mati. Biasanya menangis, berteriak histeris, mengeluarkan caci maki semaunya dan mencoba untuk menyakiti dirinya sendiri atau memukul orang lain atau melemparkan barang-barang. Hal ini bisa berlangsung tiba-tiba atau secara bertahap.

Kenapa fenomena ini banyak terjadi pada remaja-remaja kita ? Tentu perlu study lebih lanjut dari menteri pendidikan kita tentang masalah ini. Apakah stress pascatrauma, agorafobia (takut keramaian), depresi, tekanan ekonomi dan kedekatan jiwa antar murid menjadikan mereka para murid melepaskan beban tersebut melalui kesurupan massal.

Dalam banyak kasus karena pemahaman guru-guru bahwa fenomena kesurupan ini adalah fenomena perKLENIKan, maka tentu saja solusi yang mereka lakukan adalah solusi perklenikan pula. Tidak jarang kita lihat pemanggilan orang (yang dianggap) pintar dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut dan bukannya memanggil dokter😉

Juga bukan kerasukan JIN

Pemahaman KLENIK atas fenomena kesurupan yang umum dianut masyarakat ISLAM jawa, sebenarnya didasarkan atas pemahaman umum yang keliru atas terminologi JIN yang ada di AL-Qur’an. Pemahaman masyarakat animisme tentang keberadaan wewe gombal, genderuwo, kuntilanak, kolor ijo dst yang turun temurun diwariskan kepada anak cucu seperti mendapat justifikasi setelah para kiyai dengan merujuk kepada kitab “Dialog dengan Jin Muslim” karya mohammad isa daud mempercayai bahwa JIN yang dimaksut dalam surah 72:1 dan 46:29 adalah JIN dengan sebutan lain yaitu makhluk halus wewe gombel dst tadi … Sehingga jangan heran setiap ada fenomena kerasukan, maka pembacaan surah-surah dari alqur’an kepada penderita dilakukan dengan harapan JIN atau makhlus halus yang berada didalam tubuh penderita ketakutan dan keluar dari tubuh sisakit.

Ruqyah, hanya salah satu alternatif penyembuhan
Tetapi, apakah salah membaca surah-surah alqur’an kepada penderita penyakit mental kesurupan ? Jawabnya tentu saja tidak salah. Malah dianjurkan dari perspektif agama. Karena tujuan ruqyah bukanlah mengeluarkan JIN ato makhluk halus yang merasuki tubuh sipenderita, tetapi diharapkan sipenderita menjadi tenang dan nyaman saat didengarkan dengan ayat-ayat Tuhan tersebut sehingga kesadarannya dapat pulih kembali. Tentu saja hal ini harus didukung dengan suasana yang mendukung juga, misal ruangan yang teduh ber ac, pijatan dengan tujuan merelaksasi tubuh penderita, terapi aroma yang dapat membangkitkan kesadaran sipenderita, minuman yang bisa mengembalikan stamina dll.

Seringkali kita melihat ditipi, siswi-siswi yang menolong temannya kesurupan didalam ruangan yang penuh sesak manusia, panas, bau keringat dan bau-bau lain bercampur jadi satu dan bising oleh pengajian massal surah-surah al-quran oleh para guru atau murid yang kebingungan mau melakukan apa, akhirnya mereka ini juga ikut bingung, takut, cemas. Pada akhirnya siswi-siswi ini yang sudah penuh sumpek oleh banyak masalah pribadi, menjadi ikut bingung, takut, cemas dan stress sehingga membuat mereka tanpa sadar menjadi histeris pula dan ikut menambah jumlah korban kesurupan.

Jin dan kehidupan alam gaib
Kalau peristiwa kesurupan adalah masalah kejiwaan biasa dan tidak berhubungan dengan masalah kerasukan roh atau mahkluk halus atau jin apakah berarti kita tidak mempercayai keberadaan JIN atau mahkluk halus, kehidupan diluar kehidupan manusia, kehidupan alam gaib ?
Jawabnya tentu saja kita diWAJIBkan mempercayai keberadaan JIN.
JIN adalah makhluk gaib dan kitapun diwajibkan mempercayai hal-hal yang gaib. Tetapi tentu saja kita harus extra hati-hati menerjemahkan kehidupan alam gaib termasuk JIN ke ranah kehidupan praktis. Mempercayai JIN mempunyai kehidupan yang mirip dan sama seperti kita, mereka makan, minum, sekolah dialam lain seperti yang tertulis dibuku “dialog dengan raja jin” adalah pemahaman yang keliru. Karena kesaksian raja jin dalam buku tersebut tidak bisa diuji. Tidak ada jaminan misal, apabila memang sipenulis buku telah berdialog dengan si JIN, si JIN tidak berbohong. Sumpah si Raja jin boleh saja, tapi urusan mempercayai omongannya tentulah urusan lain😛

Jadi kenapa dong kita tidak boleh mempercayai omongan si raja jin tersebut walopun kita juga tidak bisa membuktikan bahwa omongannya salah ?
Well, percaya ada kehidupan JIN dialam gaib yang sama seperti kehidupan kita akan membuat pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti misal “rumahnya mereka seperti apa ya ? kalau mereka (para anak JIN) sekolah, nulisnya pake apa ya ? ada jam istirahat siangnya nggak, pake seragam nggak itu anak jin dst” … Pertanyaan ini membuat 68% para kiyai yang menganut buku ini akan bilang “kalau Tuhan menghendaki, apapun bisa dilakukanNya” …. Kalau ketemu ustadz model gini mending kabur aja deh😉

Dan kepercayaan terhadap JIN yang bisa mengganggu manusia dalam fenomena kesurupan membuat masyarakat semakin percaya akan adanya eksistensi hantu, gondoruwo, nyai ratu kidul, nyi blorong dll, makhluk rekaan manusia sehingga janganlah heran jika tayangan KLENIK semisal tim pemburu hantu, dunia lain dan sinetron-sinetron KLENIK semacam Hidayah menjamur dan disukai masyarakat.

mYOpinion_

~ by MaIDeN on November 29, 2006.

10 Responses to “Kesurupan massal”

  1. kalo ngomong soal jin keknya asyik juga tuh…banyak cerita dan mitos yang beredar di masyarakat…mungkin kalo pake ilmu metafisika, kita bisa berhubungan atau merasakan adanya mahluk gaib tersebut.

  2. Berita pagi tv7 pagi ini sudah memberikan informasi yang sama dengan ente tulis …
    btw, apa ente karyawan tv7 ?

  3. trus..pegimana dengan trance2 yg kejadian pada saat odalan pura2 gitu?? apa itu juga proses kejiwaan?

  4. #dewi, Good point. Memang tidak disinggung-singgung dipostingan diatas tentang trance. Soal ini bisa digali di wiki . … trance di DSM-IV dikenali sebagai trans pemilikan (possession trans), yaitu suatu perubahan tunggal atau episodik dalam keadaan kesadaran yang ditandai oleh penggantian rasa identitas pribadi dan biasanya dengan identitas baru.

  5. Di Pontianak sini, nggak perlu baca-baca yang nggak jelas artinya, cukup diberi CTM sembuh juga … Jin nya dimana😛

  6. saya pernah berada dekat dengan kegiatan Ruqyah yang memang pernanh diadakan kantor saya. melihat banyak yang kesurupan, jujur saja saya takut, makanya saya berusaha membentengi diri saya dengan bacaan ayat kursi🙂

  7. Saya kebetulan dulu pernah belajar dan tahu cara summon makhluk halus untuk mengerjakan beberapa hal.

    Adik saya dulu pernah kemping bersama kawan-kawannya di sebuah desa. Sedikit latar belakang; adik saya kebetulan sekolah di sebuah sekolah yang, menurut orang2, “elit”.

    Kawan2nya ini berlaku seenaknya saja, maklum anak2 orang kaya yang jarang dididik oleh orang tuanya mungkin. Termasuk merusak lingkungan, dan lain-lain.

    Tiba-tiba, nyaris mereka semua kesurupan, kecuali adik saya yang tidak meniru perilaku kawan2nya pada saat itu.

    Lumayan lama juga sampai mereka semua sadar kembali.

    btw; saya setuju bahwa kita musti kritis dengan berbagai buku yang mengaku menguak rahasia dunia makhluk halus, karena di Al Quran sendiri sudah dinyatakan bahwa ilmu seputar hal tersebut hanya sedikit yang diungkapkan.

  8. ya.. setuju… makhluk halus itu ada, tapi jgn dikit2 nyalahin makhluk halus lah. manusia jg diwajibkan mencari ilmu. banyak hal ternyata juga bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan kok🙂

  9. wah cocok kalau jin selalu di kambing hitamkan ya itulah akibatnya…pada marah

  10. Aw, this was an exceptinally nice post. Finding the time and actual effort
    to generqte a top notch article… but what can I say… I hesitate a lott and don’t manage to get
    anything done.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: