STOP tayangan WWE Smackdown ?

Apakah para pelayan masyarakat yang menyelenggarakan negara ini tidak peduli akan tayangan-tayangan di televisi yang bisa merusak mental masyarakat seperti kekerasan, porno, dan juga mistik. Sebut misal tayangan WWE SMACKDOWN yang sedang heboh. Jawabnya bisa jadi iya … Karena komentar reaktif mereka baru muncul setelah tayangan ini dianggap sebagai penyebab meninggalnya seorang anak di Bandung yang di smackdown kakak-kakak kelasnya. Inipun setelah media baik cetak maupun elektronik ramai-ramai mengangkat issue ini dan menjadi pembicaraan nasional yang meluas. Ditambah lagi dengan pemberitaan bertambahnya jumlah korban akibat menonton smackdown.

Sebut misal
– Ketua Lembaga Sensor Film, Titie Said
– SekJen Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait
– Ketua DPR, Agung Laksono
– Ketua KPID Jawa Barat, Dadang Rahmat Hidayat
– Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault
– Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta Swasono
– Wapres, M Jusuf Kalla

Stop tayangan smack down, pidanakan Lativi teriak mereka garang …

Entah kemana mereka ini kemaren-kemaren😉

Yang jelas, jangan langsung menuding Komisi Penyiaran Indonesia nggak menjalankan fungsinya karena komisi ini memang tidak bergigi untuk mencegah tayangan-tayangan di televisi yang merusak.

Sekarang Lativi sudah memindahkan jam tayang ke jam 22.00 WIB (sebelumnya pukul 22.00 WITA) mengikuti pedoman prilaku penyiaran pasal 39 ayat (2). Pertanyaan berikutnya, masih relevankah penghentian siaran WWE SMACKDOWN ini ?

mYOpinion_

~ by MaIDeN on November 30, 2006.

5 Responses to “STOP tayangan WWE Smackdown ?”

  1. Lativi emang pantas di-smackdown, tapi kayaknya yang luput dari teguran adalah beberapa media anak semacam majalah dan tabloid. Saya mendapati, sblm heboh skrg, media cetak khusus anak itu selalu punya rubrik khusus untuk membahas smackdown baik dari jalan cerita dan kehebatan bintang2nya. Jelas sekali media semacam ini ikut andil mempromosikan dan menaikkan trend smackdown langsung ke anak2. Begitu juga smackdown yang beredar dlm bentuk game PS dsb. So, kayaknya nggak cuma Lativi aja donk yg mesti dihantam,,,… kalo perlu para ortunya ikut diseret karena gagal membatasi akses media yang sesuai bagi anaknya.

  2. prihatin juga..baru ditindak lanjuti setelah ada korban, lha kemaren2 itu depkominfo ngapain aja sih??

  3. Menariknya, di Amerika sendiri, anak2 kecil ikutan nonton di pinggir ring, sambil digendong orang tua mereka. Saya pikir tentunya issue yg terjadi di Indonesia pernah terjadi di sana. Tapi lantas penyikapannya yg berbeda. Apapun, penyikapan yg paling gampang memang adl menyalahkan media. Tp berani ngga sih kita nunjuk diri kita sendiri, entah dlm posisi sbg orang tua, kakak, guru atau yg lain.

    Kita menuntut pihak lain berubah, tapi kita cukup awas nggak dg kematangan diri kita. Blaming mmg enteng dan melegakan. Seolah2 masalah jd terselesaikan. Tp apakah kita bener2 jadi matang dlm perjalanannya.

    Saya ngaca.

  4. smack down itu yg gulat banting2 an make steroid yah? hihihi ga pernah nonton aku…emang akibatnya anak2 indon ikut banting2 an? walahhhhhh

  5. Engga berani komen yang di Indo.
    Kalo di sini sih lebih bebas, tontonan apa aja ada.
    Ortunya yang kudu streng, ngatur tontonan mana yg boleh diliatin anak (ada batas2 umurnya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: